Anak perusahaan xAI milik Elon Musk, MZX, menawarkan membeli ratusan rumah di Southaven, Mississippi, Amerika Serikat, dengan syarat pemilik melepas klaim hukum terkait data center dan pembangkit listrik perusahaan di dekatnya. Menurut The Verge, penyewa di kawasan itu mulai diminta pindah dengan pemberitahuan 60 hari setelah pemilik rumah setuju menjual.

Seperti dilaporkan The Verge, tawaran itu dilaporkan The Guardian, sementara laporan Mississippi Free Press memuat surat yang diterima beberapa rumah tangga.

Southaven berada di Mississippi, di seberang perbatasan Tennessee dari Memphis.

The Verge melaporkan xAI membangun dua fasilitas luas bernama Colossus di Memphis, serta menghadirkan data center bernama Macrohardrr dan pembangkit listrik pendamping di Southaven.

Syarat Beli: Lepas Klaim Southaven Plant dan Gugatan Haley

Menurut The Verge yang mengutip laporan The Guardian, seorang realtor yang mendatangi rumah-rumah di Southaven menyebut xAI berencana membeli 418 rumah, dan 18 pemilik rumah sudah berencana menjual. Angka 418 dan 18 itu hanya berasal dari pernyataan satu realtor tersebut.

Surat yang dimuat Mississippi Free Press dan dikutip The Verge menyatakan MZX membantah seluruh tuduhan terhadapnya. Surat itu menyebut MZX membutuhkan properti untuk keperluan bisnis, sehingga menawarkan pembelian real estat di Southaven dengan imbalan antara lain pelepasan seluruh klaim terkait gugatan.

Jika pemilik menerima tawaran, MZX meminta pemilik menandatangani kontrak real estat yang mewajibkan pemilik menandatangani perjanjian pelepasan terpisah saat penutupan transaksi. MZX bergerak melalui broker real estat untuk mengajukan penawaran tersebut.

Perjanjian pelepasan itu mencakup kemungkinan klaim terkait Southaven Plant, termasuk perkara yang disebut surat MZX sebagai Haley action. Setelah menandatangani perjanjian pelepasan, pemilik tidak bisa memperoleh ganti rugi atau pemulihan lain dari gugatan Haley, dan juga tidak bisa mengajukan klaim atas nama sendiri.

Gugatan Tiga Warga dan Gugatan NAACP soal Turbin Gas

Akar sengketa ini adalah gugatan yang diajukan tiga warga. Ketiga warga itu menuduh data center besar dan turbin gas milik perusahaan menimbulkan kebisingan yang hampir terus-menerus dan getaran. Tuduhan itu masih berupa klaim penggugat dan belum menjadi putusan yang menyatakan perusahaan bersalah.

Law360 mencatat perkara tersebut sebagai gugatan kebisingan data center kawasan Memphis.

Selain gugatan tiga warga tersebut, xAI juga digugat NAACP terkait puluhan turbin gas metana tanpa izin di Southaven. The Verge menyebut ada gugatan lain selain gugatan warga tersebut.

Rencana Investasi 20 Miliar Dolar, Denda Potensial, dan Tagihan Belum Dibayar

Menurut The Verge, gubernur Mississippi menyebut rencana investasi perusahaan lebih dari 20 miliar dolar AS di kawasan itu pada awal tahun ini.

Menurut The Verge, perusahaan menghadapi potensi denda perdata hingga 6,1 juta dolar AS atas dugaan pelanggaran hukum lingkungan. Laporan yang sama yang dikutip The Verge menyebut ada klaim tagihan belum dibayar lebih dari 220 juta dolar AS untuk pekerjaan di lokasi Memphis dan Southaven.

Penolakan terhadap data center AI menjadi tekanan politik bagi para politisi menjelang pemilihan paruh waktu (midterm). Menurut The Verge, Dewan Kota Memphis pekan lalu menolak moratorium (penghentian sementara) satu tahun untuk pembangunan data center AI, dan sebagai gantinya mengadopsi aturan yang menghentikan sementara konstruksi selama 135 hari.

// TABEL Data Finansial Proyek
KeteranganNilai
Rencana investasi kawasanLebih dari US$20 miliar
Potensi denda perdataHingga US$6,1 juta
Tagihan belum dibayarLebih dari US$220 juta
RR

Electronics & Software Engineer · Penulis di ezaaa.id

Berfokus pada reverse engineering hardware, arsitektur WebGL/Three.js, proyeksi panorama 360° menggunakan Insta360 X5, dan otomasi kecerdasan buatan.

← ARTIKEL SEBELUMNYA Gemini di Chrome Kini Isi Formulir Otomatis dari Gmail, tetapi fitur ini baru tersedia untuk pengguna di AS.